Rabu, 03 Februari 2010

GLOBALISASI

A. Pengertian Globalisasi
Globalisasi, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah proses masuknya ke ruang lingkup dunia. Globalisasi berasal dari kata globe/global, yaitu dunia atau bola dunia/ sedunia atau sejagad. maka globalisasi dapat diartikan suatu sistem atau tatanan yang mengglobal atau mendunia sehingga seseorang atau Negara tidak mungkin untuk mengisolasi diri sebagai akibat dari kemajuan teknologi dan komunikasi.
Globalisasi merupakan dunia tanpa batas, tempat, ruang, dan waktu yang memungkinkan antar manusia untuk saling berkomunikasi menyebarkan informasi lintas negara.

B. Proses Globalisasi
Negara merupakan suatu organisasi yang memiliki rakyat, wilayah, pemerintah, dan kedaulatan baik ke dalam maupun ke luar. Untuk mencapai tujuannya setiap Negara tidak dapat mengisolasi diri dari pergaulan antar bangsa dan Negara. Hal ini disebabkan suatu negara tidak dapat mencukupi kebutuhannya secara pribadi atau tanpa kerjasama dengan negara yang lain. Sehingga hubungan antarbangsa dan negara sangat diperlukan dan tidak dapat dihindarkan lagi. Lebih-lebih di era globalisasi, dengan kemajuan iptek dan deraskan arus informasi jelas tidak ada negara yang dapat hidup dan berkembang tanpa berhubungan dengan bangasa dan negara lain.
Adanya era globalisasi berarti sudah tidak ada batas ruang, tempat, dan waktu terhadap suatu informasi dan peristiwa. Peristiwa-peristiwa yang terjadi di suatu negara akan dapat diketahui dengan cepat oleh bangsa dan negara lain. Unsur-unsur budaya asing akan mudah masuk ke suatu negara baik yang positif maupun yang negatif. Hal ini terjadi karena adanya kemajuan teknologi dan komunikasi. Informasi yang diketahui melalui radio, televisi, internet dan lain sebagainya dapat diketahui dan masuk ke rumah-rumah masyarakat dalam waktu yang bersamaan di tempat yang berbeda.

1. Faktor-faktor Pendorong Globalisasi
a. Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
b. Terbukanya sistem perekonomian negara
c. Liberalisme keuangan internasional
d. Semakin besarnya keinginan orang untuk melakukan traveling antar negara atau pindah dari satu negara ke negara lain
2. Pengaruh Globalisasi
a. Bidang Ekonomi
1) munculnya pasar global, AFTA (Asean Free Trade Area)
2) makin menguatnya mata uang Eropa, euro
3) adanya persaingan pasar yang cukup tinggi
b. Bidang Politik
1) makin menguatnya paham liberalisme
2) melemahnya ideologi komunis dalam dalam kehidupan sosial politik
3) menguatnya sistem pemerintahan demokrasi
4) menguatnya jaminan dan tuntutan penegakan HAM (Hak Asasi Manusia)
c. Bidang Sosial Budaya
1) mempercepat perubahan pola kehidupan suatu bangsa
2) terjadinya pergeseran nilai-nilai dalam kehidupan masyarakat
d. Bidang Hankam
1) adanya hubungan kerjasama yang erat antarnegara dalam menghadapi kejahatan dan gangguan keamanan internasional
2) kerjasama dalam hal pengamanan zona teritorial dari bajak laut, arus perpindahan imigran gelap, atau perdagangan senjata
3) kerjasama dibidang pertahanan dan keamanan negara

C. Pengaruh Globalisasi terhadap Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Globalisasi yang melanda dunia dewasa ini, lebih-lebih terhadap negara sedang berkembang termasuk Indonesia, memiliki berbagai kecenderungan-kecenderungan yang berpengaruh terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Kecenderungan-keenderungan itu antara lain sebagai berikut:
1. Budaya yang Bersifat Material
Budaya ini umumnya mudah diserap atau diterima oleh masyarakat penerima. Budaya ini sering kali dipergunakan oleh orang-orang yang hanya menginginkan keuntungan yang sebesar-besarnya untuk pribadi. Banyak yang tidak mengindahkan norma-norma maupun nilai-nilai yang berkembang. Budaya ini akan berpengaruh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, misalnya berkembangnya korupsi yang dilakukan oleh aparat dan pejabat pemerintahan.
2. Budaya yang Bersifat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Budaya ini kurang mendapat perhatian oleh masyarakat penerima, hal ini dikarenakan situasi ekonomi dan sulitnya kesempatan mencari lapangan kerja di negara berkembang. Oleh karena itu pemerintah beserta masyarakat harus berusaha mengatasi persoalan ini, misalnya dengan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
3. Goncangan Budaya (Culture Shock)
Goncangan budaya yang dimaksud adalah ketidaksesuaian unsur-unsur budaya yang saling berbeda sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan sosial yang tidak serasi fungsinya bagi masyarakat yang bersangkutan. Kadang-kadang ada unsur yang berubah sementara ada unsur yang tidak berubah atau tidak dapat menyesuaikan diri sehingga fungsinya terganggu. Keadaan yang demikian dapat menyebabkan timbulnya suatu fungsi keadaan yang tidak seimbang dan tidak serasi dalam kehidupan. Dengan kondisi yang demikian sangat berpengaruh terhadap bangsa dan negara dalam mengambil kebijakan-kebijakan khusus untuk menyeleksi pengaruh-pengaruh budaya asing di era globalisasi.
4. Kesenjangan Kebudayaan (Culture Lag)
Dalam masyarakat yang sedang mengalami perubahan tidak selamanya unsur-unsur kemasyarakatan dan unsur-unsur kebudayaan dapat mengalami perubahan yang sama cepatnya. Ada unsur-unsur kebudayaan yang mengalami perubahan secara cepat, ada yang lambat. Keadaan ini menyebabkan timbulnya proses perubahan kebudayaan yang tidak seimbang dan dapat menimbulkan berbagai krisis, ketegangan, konflik, dan sebagainya.
Setiap masyarakat menghendaki penghidupan yang seimbang antara unsur-unsur dalam masyarakat. Keseimbangan kehidupan masyarakat bukan berarti tidak menginginkan perubahan atau berhenti pada titik tertentu, akan tetapi keseimbangan di sini dimaksudkan bahwa perubahan yang terjadi dalam satu unsur tidak mengakibatkan terganggunya unsur yang lain.
Apabila ada gangguan keseimbangan, masyarakat akan menolaknya atau mengubah susunan lembaga-lembaga kemasyarakatan dengan maksud untuk menyesuaikan diri dengan kondisi yang baru. Apabila ketidakseimbangan dapat segera dipulihkan kembali, maka keadaan itu dinamakan sebagai proses penyesuaian (adjustment). Kalau tidak dapat menyesuaikan diri disebut dengan maladjustment.
5. Memperkaya Unsur-Unsur Kebudayaan Bangsa
Derasnya arus komunikasi dan informasi telah mempercepat masuknya unsur-unsur budaya asing yang akan memperkaya kebudayaan bangsa. Hal ini dapat merubah pola berpikir tradisional menjadi pola berpikir rasional. Akibatnya orang dapat menerima kritik demi kemajuan bangsanya.

Sisi Terang dan Sisi Gelap Globalisasi
1. Sisi Terang Globalisasi
a. globalisasi mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan
b. globalisassi mempercepat terwujudnya pemerintahan yang demokratis dan masyarakat madani dalam skala global
c. globalisasi tidak mengurangi ruang gerak pemerintah dalam kebijakan ekonomi dunia dan mendukung pertumbuhan ekonomi
d. globalisasi tidak berlawanan dengan desentralisasi
e. globalisasi bukan penyebab krisis ekonomi
2. Sisi Gelap Globalisasi
a. Globalisasi sebagai kapitalisme kasino
b. Globalisasi antarnegara
c. Globalisasi sebagai kompetisi menghancurkan
d. Globalisasi sebagai penyebab pengangguran
e. Globalisasi merugikan negara dunia ketiga
f. Globalisasi sebagai individualisme yang berlebihan
g. Globalisasi sebagai imperialisme budaya
h. Globalisasi menyebabkan munculnya gerakan-gerakan neo-nasionalis dan fundamentalis

D. Aspek Positif dan Negatif Globalisasi
1. Aspek Positif Globalisasi
a. Meningkatkan penegakan hukum dan pendewasaan demokrasi
b. Meningkatkan kedewasaan dan kemandirian partai politik
c. Meningkatkanperlindungan HAM
d. Meningkatkan kualitas produksi sehingga dapat bersaing di pasar internasional di bidang ekonomi
e. Meningkatkan kepribadian, sikap hidup, dan pola pikir sehingga tidak mudah terpengaruh budaya negatif
f. Hidup menjadi mudah dan murah
g. Meningkatkan pendapatan masyarakat, melalui hal-hal berikut:
1) Dapat mentransfer iptek yang mendukung dan memperlancar pembangunan
2) Lebih mudah mendapatkan informasi
3) Memiliki wawasan lebih luas dalam memahami dan menangani persoalan
h. Meningkatkan budaya disiplin dan etos kerja sehingga meningkatkan produktivitas dan prestasi kerja
i. Meningkatkan kewaspadaan dan ketahanan nasional, persatuan dan kesatuan bangsa, kesetiaan pada pancasila, dan pemahaman wawasan nusantara, sehingga terhindar dari separatisme, konflik sosial, dan disintegrasi bangsa.

2. Aspek Negatif Globalisasi
a. Menimbulkan euforia politik (kegembiraan atas kebebasan politik yang berlebihan), yaitu kegiatan yang mengatasnamakan HAM dan demokrasi tetapi memiliki target utama meraih kekuasaan loal atau pusat.
b. Membentuk jaringan global yang merangkul seluruh dunia dan mengarahkannya pada poros kendali negara yang mempunyai kekuatan ekonomi raksasa, yang menimbulkan ketergantungan negara-negara miskin.
c. Menimbulkan kesenjangan kepemilikan modal yang mendorong timbulnya kesenjangan sosial-ekonomi masyarakat.
d. Menimbulkan pola hidup gesselschaft (patembayan), artinya hubungan dan kerjasama antar manusia atas dasar mencari keuntungan (bukan kekeluargaan dan kegotong-royongan).
e. Menimbulkan bahaya yang mengancam nilai kemanusiaan, yaitu:
1) Konsumtif, artinya sikap suka membelanjakan uangnya untuk barang-barang yang kurang perlu dan tidak produktif.
2) Glamoristik, artinya paham bergaya hidup suka menonjolkan kemewahan (kegemerlapan) dunia.
3) Eksklusivisme, artinya paham bergaya hidup eksklusif berbeda dengan keumuman masyarakat.
4) Elitisme, artinya paham bergaya hidup elit berbeda dengan keumuman masyarakat.
5) Ekstrimisme, artinya paham yang berusaha untuk menggantikan dan menggulingkan pemerintahan dan negara dengan cara-cara kekerasan dan inkonstitusional.
6) Egoisme, artinya paham yang mengutamakan kepentingan diri sendiri.
7) Individualisme, artinya paham yang mengutamakan kepentingan individu.
8) Sekulerisme, artinya paham yang memisahkan kehidupan negara dengan kehidupan agama.
9) Materialisme, artinya paham yang mengajarkan bahwa segala sesuatu diukur dengan materi (kebendaan).
f. Perilaku menyimpang yang melanggar ajaran agama, moral atau etika, dan hukum.
g. Meningkatnya kualitas dan kuantitas kriminalitas
h. Merebaknya penyakit sosial
i. Lingkungan menjadi tereksploitasi dan rusak
j. Pencemaran lingkungan
k. Penyalahgunaan narkoba
l. Merebaknya pornografi
m. Dekompensasi lingkungan

E. Sikap Selektif terhadap Pengaruh Globalisasi
Globalisasi telah diketahui memiliki dampak positif dan negatif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Disisi lain suatu bangsa dan negara tidak dapat menutup diri dengan adanya era globalisasi. Untuk itu bangsa indonesia harus bersikap selektif terhadap pengaruh-pengaruh globalisasi, menerima globalisasi dengan tanpa menghilangkan jati diri bangsa. Guna mewujutkan hal ini maka dalam menerima pengaruh globalisasi harus didasarkan pada pancasila yang telah memiliki bebearapa fungsi dan kedudukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Fungsi dan kedudukan pancasila tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Pancasila sebagai Dasar Negara
Sebagai dasar negara, pancasila mempunyai kekuatan mengikat secara hukum sehingga semua peraturan hukum atau ketatanegaraan yang bertentangan dengan pancasila harus dicabut. Dalam tinjauan yuridis konstitusional, pancasila sebagai dasar negara berkedudukan sebagai norma objektif dan norma tertinggi dalam negara.
2. Pancasila sebagai Jiwa dan Kepribadian Bangsa
a. Pancasila sebagai kristalisasi nilai-nilai budaya bangsa dan digali dari bumi Indonesia yang telah dibina sejak lama.
b. Pancasila memberikan corak dan ciri khas yang membedakan bangsa indonesia dengan bangsa lain.
3. Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa
a. Pancasila mempersatukan dan memberi petunjuk dalam mencapai kebahagiaan lahir dan batin.
b. Pancasila merupakan pedoman tingkah laku bagi warga negara indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Soli Deo Glori. Design By: SkinCorner